Arsip Harian: 30 Juni 2008

Kajao Laliddong

[youtube=http://youtube.com/watch?v=OvIZMn8EB-o&feature=related] Lanjut membaca

Ditulis pada Akkarungeng, begawan, kajao, kerajaan bone, sastra klasik | Di-tag , , , , , | 1 Komentar

La Pabbenteng Petta Lawa (1946–1951)

Silsilah La Pabbenteng adalah anak dari Baso Pagilingi Abdul Hamid, Petta Ponggawa Bone yang gugur dalam pertempuran melawan Belanda di Bulu Awo perbatasan Siwa dengan Tanah Toraja dengan isterinya We Cenra Arung Cinnong. Sedangkan Baso Pagilingi Ponggawa Bone adalah anak … Lanjut membaca

Ditulis pada Akkarungeng, kerajaan bone, raja bone | Di-tag , | 1 Komentar

La Mappanyukki Datu Lolo ri Suppa (1931–1946)

La Mappanyukki Datu Lolo ri Suppa yang juga dikernal dengan nama Datu Silaja. Pada masa Perang Gowa tahun 1906 M, ketika I Makkulawu Karaeng Lembang Parang KaraengE ri Gowa berperang dengan Kompeni Belanda. Setahun setelah tertangkapnya La Pawawoi dan diasingkan … Lanjut membaca

Ditulis pada Akkarungeng, kerajaan bone, raja bone, sastra klasik | Di-tag , , , , | 38 Komentar

La Pawawoi Karaeng Sigeri (1895–1905)

La Pawawoi Karaeng Sigeri menggantikan saudaranya MatinroE ri Bolampare’na menjadi Mangkau’ di Bone. Waktu itu La Pawawoi Karaeng Sigeri sebenarnya sudah tua, tetapi karena memiliki hubungan baik dengan Kompeni Belanda, sehingga dirinya yang ditunjuk untuk menjadi Mangkau’ di Bone. Seperti … Lanjut membaca

Ditulis pada Akkarungeng, kerajaan bone, raja bone, sastra klasik | Di-tag , , , , | Tinggalkan Komentar

Fatimah Banri [We Banri Gau] (1871–1895)

We Fatimah Banri atau We Banri Gau Arung Timurung menggantikan ayahnya Singkeru’ Rukka Arung Palakka menjadi Mangkau’ di Bone. Dalam khutbah Jumat namanya disebut sebagai Sultanah Fatimah dan digelarlah We Fatimah Banri Datu Citta.

Ditulis pada Akkarungeng, kerajaan bone, raja bone | Di-tag , , , , | Tinggalkan Komentar

Singkeru’ Rukka Arung Palakka (1860–1871)

Singkeru’ Rukka Arung Palakka adalah anak We Baego Arung Macege dengan suaminya yang bernama Sumange’ Rukka To Patarai Arung Berru. Cucu dari La Mappasessu To Appatunru Arumpone MatinroE ri Laleng Bata. Sebelum diangkat menjadi Arumpone, Singkeru’ Rukka Arung Palakka pernah … Lanjut membaca

Ditulis pada Akkarungeng | Di-tag | 1 Komentar

We Tenriawaru Pancai’tana Besse Kajuara (1857–1860)

Tenriawaru Pancai’tana Besse Kajuara menggantikan suaminya La Parenrengi menjadi Mangkau’ di Bone. Dalam khutbah Jumat namanya disebut sebagai Sultanah Imalahuddin. Tenriawaru Pancai’tana Besse Kajuara dengan La Parenrengi Arung Ugi adalah bersepupu satu kali karena kedua orang tuanya bersaudara kandung dari … Lanjut membaca

Ditulis pada Akkarungeng | Di-tag | Tinggalkan Komentar

La Parenrengi Arung Ugi (1845–1857)

La Parenrengi sebagai Arung Lompu menggantikan pamannya La Mappaseling Arung Pannyili sebagai Mangkau’ di Bone. La Parenrengi adalah anak dari La Mappaewa Arung Lompu To Malompo ri Bone saudara kandung dengan MatinroE ri Salassana. Sedangkan ibunya bernama We Tabacina atau … Lanjut membaca

Ditulis pada Akkarungeng | Di-tag | Tinggalkan Komentar

La Mappaseling Arung Pannyili (1835–1845)

La Mappaseling Arung Pannyili menggantikan saudaranya I Manneng Arung Data MatinroE ri Kessi menjadi Mangkau’ di Bone. Dalam khutbah Jumat namanya disebut sebagai Sultan Adam Najamuddin. Adapun yang menjadi penengah untuk mendamaikan kembali Bone dengan Gubernur Belanda, adalah La Mappangara … Lanjut membaca

Ditulis pada Akkarungeng | Di-tag | Tinggalkan Komentar

I Manneng Arung Data (1823–1835)

I Manneng Arung Data menggantikan saudaranya MatinroE ri Laleng Bata menjadi Mangkau’ di Bone. Dalam khutbah Jumat nama I Manneng Arung Data dikenal dengan sebutan Sultanah Salimah Rajiyatuddin. Dalam tahun 1824 M. pada masa pemerintahannya di Bone, Belanda kembali memerintah. … Lanjut membaca

Ditulis pada Akkarungeng | Di-tag | Tinggalkan Komentar